Loading...

MENGENAL ISTILAH "TRANCE CAPACITY

Dalam perjalanan mempelajari hipnosis kita sering kali mendengar atau menggunakan istilah Trance sebagai nama lain dari kondisi hipnotik, yang setiap hari kita secara natural mengalami kondisi trance.

Fenomena hipnotik yang sering muncul pada diri kita disebut Trance In dan Trance Out, trance in yang berarti fokus ke dalam diri dan trance out yang kurang lebih berarti fokus memperhatikan dunia luar, ada juga yang mengatakan fenomena ini di sebut asosiasi dan disosiasi pada objek atau aktivitas tertentu.

Trance adalah terjadinya perubahan kesadaran pada diri karena adanya stimulus tertentu sehingga terjadi respon terhadap dunia internal kita, entah itu pikiran dan perasaan yang memunculkan perilaku tertentu.

Sekarang kita masuk ke tema Trance Capacity, jika mau dikaji secara sederhana dan alamiah ini adalah tentang kemampuan mengakses dan terakses sumber daya dalam diri yang berhubungan dengan data atau memori yang tersimpan di pikiran bawah sadar, yang mempengaruhi persepsi dan perilaku kita.

Dan dalam proses hipnosis, trance capacity itu berkaitan dengan kemampuan dan penerimaan seseorang ketika diberikan sugesti, jika subjek terlatih atau pernah melatih diri masuk ke dalam fenomena trance, maka bisa jadi mudah melakukan sugesti yang diberikan, walaupun area kritis tetap bekerja secara logis.

Trance capacity disini bermaksud membahas tentang penggunaan hipnosis untuk terapi, yang notabene membuat pikiran seseorang terbuka dulu terhadap ide, saran dan pengaruh.

Pola ini mirip ketika seseorang melakukan meditasi, hening atau zikir, maksudnya kemampuan seseorang untuk bisa berlama-lama melakukan aktivitas menenangkan pikiran seperti contoh di atas, bergantung seberapa sering mereka latihan, jika setiap hari maka otomatis mereka bisa melakukan meditasi dengan lama.

Dalam tahapan hipnosis pengkondisian dan test sugesti adalah experiment serta latihan agar Trance Capacity seseorang meningkat, efeknya adalah kepekaan dan perluasan kesadaran sehingga sugesti bisa diterima tanpa kritis.

Di sisi lain, Hypnotic training juga bisa menciptakan keterhubungan antara subjek dan hipnosis untuk sama-sama melakukan perubahan atau memunculkan fenomena hipnotik untuk terapi atau pertunjukan.

Jika diperhatikan kemampuan hipnotik seseorang pasti berbeda, seperti yang pernah kita bahas dikelas fundamental IHC bahwa kemampuan seseorang memasuki kondisi trance itu berbeda, dan dipengaruhi oleh siapa juru hipnotisnya, dimana lokasi di hipnosis, jam berapa, dan dalam perasaan apa seseorang di hipnosis, artinya kondisi hipnotik seseorang bergantung dengan kesiapan mental dan stimulus external.

Nah, dalam proses hipnoterapi ada baiknya kita sebelum memberikan sugesti terlebih dahulu mengkondisikan klien dan test sugestibilitas agar trance capacity klien meningkat.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Salam Pembelajar dan Salam Hypnosis

Yusdi Lastutiyanto

Pembelajar Hipnosis.

Kategori: Hipnosis